//
archives

Pengalaman

This category contains 19 posts

Bercerita di Kelas Inspirasi


Kelas Inspirasi Bandung 3

Kelas Inspirasi Bandung 3 Kelompok 19, 20, 21, 22

Pastinya sudah banyak dari kalian yang mendengar tentang Kelas Inspirasi kan? Ya, Kelas Inspirasi adalah program dari Indonesia Mengajar yang membuka kesempatan bagi para profesional untuk bercerita tentang pengalamannya kepada murid-murid sekolah dasar. Diharapkan dari cerita itulah para murid dapat terinspirasi untuk mencapai cita-cta mereka.

Tahun 2015, merupakan kali ketiga Kelas Inspirasi diadakan di Bandung. Sebetulnya sudah dari tahun sebelumnya saya ingin mengikuti Kelas Inspirasi tapi kesempatan baru muncul 2015 ini, insya Allah tahun depan akan coba mendaftar lagi di KI Bandung 4. Saya pribadi mendaftar sebagai Software Engineer, tetapi saya perkenalkan diri kepada anak-anak sebagai “Ahli Komputer” karena istilah tersebut lebih akrab di telinga sepertinya 😀

Kelas Inspirasi Bandung 3 ini diikuti oleh sekitar 750-an relawan (inspirator, fotografer, dan videografer) terbagi sekitar 70-an SD di kawasan Bandung. Kelompok saya, kelompok 20, bertugas di SDN Cicadas 8 dengan formasi 6 inspirator: Evi Sylvia Soetomo (IRT, dulu Dosen Psikologi), Maria Helena (Project Energy Executive), Riestya Dwi Permata (Apoteker), Reza Asriandi Ekaputra (Transport Engineer), Rendy (Software Engineer); 2 Fotografer: Iyan Guanawan, Tuti Alawiyah; Videografer: Dicky Cahyadi. Oh iya, SDN Cicadas 8 berada di kawasan Awi Gombong yang mana di Awi Gombong itu ada 3 SD lain yang juga mengikuti Kelas Inspirasi. Jadi, kami gabung 4 kelompok untuk dalam satu lingkungan SD. SERU pastinya!

Briefing dilakukan pada Minggu, 8 Februari di Aula Gedung Sate. Disana dilakukan serangkaian kegiatan dari mulai pembagian kelompok, tips dan trik untuk bercerita di kelas, cerita pengalaman dari relawan KI sebelumnya, dan yang pasti foto-foto!

Briefing Kelas Inspirasi Bandung 3

Briefing Kelas Inspirasi Bandung 3

18 Februari 2015 Hari Inspirasi dimulai. Kegiatan Inspirasi dimulai pukul 08.00 dan saya dijadwalkan mengajar di kelas 3, 4, 5, dan 6.

Mengajar di Kelas 3 dan 4…

Adalah kelas yang aktif sekali, mudah untuk menenangkan murid tapi mudah pula ribut kembali. Saya awali kelas dengan memberi salam, perkenalan diri, lalu memberikan tepuk SEMANGAT agar mereka lebih antusias menyimak. Waktu yang diberikan tiap kelas hanya 45 menit, saya lebih banyak mengajak murid untuk berinteraksi dengan komputer, seperti menonton video dan menggambar bersama di komputer. Sisanya bercerita dan bermain games sederhana di dalam kelas.

Kelas Inspirasi Bandung 3

Mengajar di Kelas 5 dan 6…

Adalah kelas yang lebih tertib dan teratur, juga banyak berceloteh. Di kelas ini, hampir keseluruhan dari mereka sudah mengenal komputer dan kebanyakannya adalah bermain game online. Seperti kelas 3 dan 4, di sini saya bercerita mengenai kegiatan keseharian saya dan memberikan simulasi sederhana tentang algoritma, eits jangan bayangkan algoritma ini seperti yang diajarkan di perkuliahan. Sebagai penutup, kami bermain “Rantai Cita-Cita” dan memberikan nilai-nilai positif apa saja sebagai bekal mereka untuk menggapai cita-cita mereka.

Bermain "Rantai Cita-Cita"

Bermain “Rantai Cita-Cita”

Kegiatan Inspirasi selesai pukul 11.30. Setelah itu,  anak-anak berkumpul di lapangan untuk acara penutupan. Mereka membawa bendera berisikan cita-cita mereka, lalu para relawan beserta guru di kompleks Awi Gombong menerbangkan balon dan 4 pasang merpati sebagai simbol harapan yang tinggi dan keinginan kuat untuk mencapai cita-cita tersebut.

Anak-anak membawa Bendera Cita-Cita

Anak-anak membawa Bendera Cita-Cita

Saya sarankan bagi Anda para profesional untuk mencoba berbagi dengan murid-murid sekolah dasar baik itu melalui Kelas Inspirasi ataupun wadah lainnya. Sebaik-baiknya ilmu adalah ilmu yang bermanfaat. 🙂

 

Kelas Inspirasi….

Membangun Mimpi Anak Indonesia!

Empat Kemampuan Lulusan Pendidikan Tinggi


Baru saja pagi ini saya baca sebuah koran sambil minum teh manis membahas tentang 4 kemampuan yang dimiliki oleh lulusan pendidikan tinggi:

Akademik, Keahlian, Sosial, dan Personal

Hal tersebut sekaligus melengkapi jawaban dari pertanyaan awam saya dulu ketika kuliah: Kenapa mesti ada KKN (Kuliah Kerja Nyata) dan PLA (Program Latihan Akademik) atau KP (Kerja Praktek). Setelah dirasakan memang keempat itulah yang idealnya dimiliki oleh lulusan pendidikan tinggi (setidaknya untuk saya pribadi).

Apakah kamu punya 4 kemampuan tersebut?

 

Pelatihan Aplikasi Pendataan Dikdas #6 – Bali



Tempat    : Aston Denpasar Hotel and Convention

Waktu        : 12 – 14 Juni 2012

Peserta    : ± 250 peserta tersebar dari Provinsi Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur

Deskripsi    :

Pada Pelatihan edisi Bali ini, pembukaan (12 Juni 2012) dimulai sekitar pukul 20.00 WITA dan dibuka oleh Bpk. Dr. Amsor selaku perwakilan panitia dan perwakilan dari SetDitJen DikDas. Sangat disayangkan sebetulnya karena panggung yang indah tersebut tidak terisi penuh sebagaimana mestinya, tapi acara pembukaan tetap berlangsung khidmat dan lancar. Pembukaan berlangsung formal dengan dinyanyikannya lagu kebangsaan Indonesia Raya. Pelatihan ini terbagi menjadi 4 kelompok. Dua kelompok digabung dalam kelas besar berisi 140 orang dan satu kelompok lainnya masing-masing 1 kelas kecil berisi 70 orang. Saya ditempatkan di kelas besar dengan instruktur utama yaitu Pak Sudarman dari POLBAN. Di Bali ini saya merasa lebih sibuk mengurusi ruangan untuk pelatihan, mungkin karena diamanahi oleh Pak Amsor (Koordinator Instruktur) bahwa setiap ruangan harus ada koordinator ruangan yang tugasnya mengecek perlengkapan perang untuk workshop pada tanggal 13 Juni 2012. Setelah technical meeting selesai, saya berinisiatif bersama rekan asisten instruktur lainnya untuk mencari teknisi di Grand Ballroom Aston Denpasar ini. Sekedar informasi, Grand Ballroom ini merupakan tempat workshop paling megah yang pernah saya masuki, hehe :D. Malam hari itu juga langsung kami bereskan segala permasalahan terkait dengan perlengkapan perang untuk esok hari.

Nah, keesokan harinya muncullah masalah baru yaitu terminal listrik yang kurang. *TepokJidat*. Alhasil, mulai jam 7 pagi sampai sekitar jam 9 pagi waktu setempat saya kelabakan mencari dan menghitung jumlah terminal untuk peserta karena stok dari hotel sendiri katanya sudah habis. Alhamdulillah semua beres pada waktunya. Di pertengahan workshop saya bertukar tempat dengan Tri yang menjadi operator. Saya jadi operator sampai acara selesai. Dan di penghujung acara saya juga sempat menjadi instruktur di depan 120 orang guru untuk menyampaikan sedikit materi karena mungkin Pak Sudarman sudah kelelahan dan ingin berbagi panggung. J

Demikian laporan pelatihan ini disampaikan.

Dokumentasi    :


Kiri: Zulkifli (Fotografer), Kanan: Adam Nugraha (MC)

Ini saya sebagai operator dan asisten operator. J

Saya sebagai pembicara. J

Dan terkahir inilah acara penutupan dan foto bersama instruktur beserta asisten instruktur. J

Terima Kasih. 😀

Pelatihan Aplikasi Pendataan Dikdas #5 – Surabaya


Tempat        : Hotel Oval, Surabaya

Waktu        : 5 – 7 Juni 2012

Peserta        : ± 240 guru tersebar dari wilayah Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimatan Timur, serta Surabaya dan sekitarnya

Deskripsi    :

Diawali dengan kegiatan pembukaan pada pukul 19.30 malam, dihadiri oleh Pak Dirjen, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, dan Direktur Pembinaan SMP. Acara dirancang begitu formal. Sebelum sambutan dimulai, seluruh peserta dipersilahkan untuk berdiri menyanyikan lagu Indonesia Raya. Pangling juga buat saya sendiri, karena kegiatan ini terasa seperti ketika sedang dalam acara pengibaran bendera Merah Putih di zaman sekolah dulu, hehehe. Namun sayangnya, dari laporan kehadiran yang didapat, cukup banyak perwakilan dari sekolah yang tidak hadir ke tempat ini, terutama sekolah dari daerah Kalimantan. Mungkin alasannya karena jauh. Pelatihan ini terbagi menjadi tiga kelas Dragon, Panda, Phoenix. Dragon adalah ruang kelas terbesar dan saya sendiri ditempatkan di ruang Phoenix. Instruktur di kelas Phoenix: Pak Waslaluddin, Rendy (saya), Moh. Tri Ramdhani, Ucy Herawati, Emilia Novianti, Jeffrey Onggo.

Menurut saya, peserta (di ruang saya) pada pelatihan kali ini belum seluruhnya mampu mengoperasikan komputer dasar dengan baik. Hal ini mungkin disebabkan karena beberapa dari guru tersebut memang bukanlah guru usia muda. Alhasil butuh lebih banyak kesabaran untuk lebih dari sekedar melatih aplikasi pendataan. Yang disayangkan adalah masih ada beberapa peserta yang cenderung melihat pemaparan presentasi dari instruktur dan tidak mencobanya secara langsung di komputer mereka masing-masing. Tentu hal ini menjadi kendala kedepannya bagi guru yang bersangkutan jika mendapatkan masalah saat melakukan pendataan.

Diakhir kegiatan pelatihan, ada guru (ibu-ibu) dari Kalimantan yang daerahnya saya lupa sempat memberikan kami (instruktur) oleh-oleh. Meskipun tidak banyak, sangatlah senang bagi kami atas hal tersebut. Saya ucapkan terima kasih kepada beliau. Ini pengalaman luar biasa untuk saya pribadi berkesempatan berinteraksi dengan guru-guru di seluruh tanah air. Sampai jumpa pada pelatihan berikutnya di daerah Bali.

J

Ooops, lupa. Ini beberapa dokumentasi selama kegiatan berlangsung.

 

Terima Kasih. 🙂
 

Pelatihan Aplikasi Pendataan Dikdas #4 – Bandung


Tempat    : Hotel Grand Pasundan, Bandung

Waktu        : 29 – 31 Mei 2012

Peserta    : ± 500 guru tersebar dari wilayah Lampung, Sumatera Selatan, Jambi, Riau, Bangka Belitung, Pangkal Pinang, dan lain-lain

Deskripsi    :

Seperti pelatihan sebelumnya. Pembukaan dimalam hari pukul 19.30 WIB dengan nuansa yang sangat formal, lebih formal dari kegiatan sebelumnya. Antusias peserta sungguh luar biasa mengingat semua peserta berasal dari luar Pulau Jawa. Pada pelatihan kali ini, peserta dibagi menjadi 6 – 8 kelas berdasarkan wilayah. Saya bersama 3 rekan lainnya berkesempatan melatih guru-guru dari wilayah Jambi dan sekitarnya. Ada Pak Waslaluddin (Dosen UPI) sebagai instruktur utama di kelas saya (Ruang Niskala) dan Rendy (saya), Tri, dan Emilia sebagai asisten instruktur. Namun, setiap orang dalam kelas saya berkesempatan menjadi instruktur untuk melatih kami agar membiasakan diri berbicara di depan umum dalam memberikan materi, kecuali saya. Berikut beberapa dokumentasi selama kegiatan pelatihan berlangsung.

Dan inilah kami para instruktur.

Foto dari kiri atas:

# Lupa nama # – Pak Sudarman – Pak Budi – Saepudin – Mohammad Tri Ramdhani – # lupa nama # – Ria Anggraeni – Afriyanti Dwi Kartika – Suci Amalia – Ucy Herawati – Imron Hidayat – Agung Prasetyo

Foto dari kiri bawah:

Rendy (saya) – Jeffrey Onggo – Adam Nugraha – Emilia Novianti

%d blogger menyukai ini: