//
archives

Jalan-Jalan

This category contains 6 posts

Wisata Lagi di Kota Yogyakarta #2


Tulisan ini merupakan lanjutan dari tulisan sebelumnya. Sesampainya di Kota Jogja, kami beristirahat selama beberapa jam. Kemudian di malam hari sekitar pukul 21.00 WIB. Saya, Emilia, Kang Zul, Imron, Tri, Kang Saepudin, dan Kang Adam berjalan-jalan malam menelusuri Jalan Babarsari sembari mencari kuliner-kuliner khas Jogja.


Kata Emilia, dia pernah liat ada Mie Singapore. Akhirnya kami berjalan sekitar 1,5 km mencari destinasi tersebut. Namun, ditengah perjalan Imron pulang karena udah ngantuk duluan. Di perjalanan tri sempat mencari beberapa counter penjualan pulsa, kang Adam sibuk mencari sabuk untuk esok hari kegiatan pelatihan. Ada tempat-tempat yang banyak kita lewati mulai dari Susu, Restoran, Karaoke, Warung Sambal Bawang, Gubug Kinect, dan lain-lain. Akhirnya, diujung jalan sampai juga di Mie Singapore.


Menu Mie Singapore ini menu khas di warung ini, tapi sialnya saat ingin memesan ternyata sudah habis. -____-”

Saya sendiri hanya memesan Nescafe Tarik akhirnya, yang lain ada yang memesan Nasi Lemak, Teh Pelangi, Bakso.

Kamis malam hari kami memulai perjalan menuju Alun-Alun Kidul (Selatan). Tempat ini selalu ramai di setiap malam hari. Kami berangkat ke Alun-alun sekitar pukul 21.00 diantar oleh rekan Pak Amsor, Mas Budi dan Mas Iwan. Seperti kebanyakan orang, kami bermain Masangin dan Naik sepeda odong-odong. Masangin itu adalah permainan melewati dua buah beringin di Alun-Alun Kidul dengan mata tertutup dari ujung lapangan dengan kondisi berjalan lurus. Tidak pernah bosan bermain di tempat ini. Banyak sekali teman-teman yang belok menjauh ketika mendekati dua pohon beringin. Beberapa diantaranya pernah 1x berhasil melewatinya dan setelah itu gagal total. Namun, beruntungnya dua kali percobaan saya melewati pohon beringin keduanya berhasil saya lalui. Ya, akhirnya 2x saya berhasil melewatinya, hehe. Namun, konon katanya mitos yang beredar, barang siapa yang bisa melewati pohon beringin ini 5x itu berarti hati orang tersebut telah bersih. Ya, itu mitos yang beredar. Sayangnya sulit sekali mendapatkan jepretan kamera di tempat ini. Jadi tidak ada dokumentasi. Ada satu hal yang membuat saya deg-degan tegang tak karuan adalah ketika pertama kali berhasil melewati pohon beringin dan saya pun membuka mata ada sesosok pria usia baya berdiri tepat di depan saya. Saya pikir itu adalah rekan dari Teh Ucy dan Tri yang mendampingi saya ketika bermain Masangin. Tapi mereka berdua malah pergi begitu saja dan saya malah culang-cileung dan berlalu begitu saja meninggalkan pria usia baya itu yang sedang dalam posisi terpatung dengan satu tangan seperti sedang mengemis. Huh..hah..

Selesai bermain Masangin, kami naik sepeda, tapi kali ini bukan sepeda tandem, tapi sepeda becak berkapasitas 5 orang yang unik sekali karena ada Audio Speker-nya juga. Harganya Rp10.000- untuk satu putaran Alun-Alun Kidul.



Kami sewa sepeda untuk tiga putaran karena maksimal tiga putaran. Selanjutnya setelah dari Alun-Alun Kidul kami lanjut untuk makan malam di Gudeg Cukupan Batas Kota, Jalan Laksa Adisucipto (https://foursquare.com/v/gudeg-cukupan-batas-kota/4d0a776cb93b224b6f8446bf).

Perjalanan untuk Kamis malam ini selesai. J

Jelajah Kota Jogjakarta dilanjutkan kembali di Hari Jumat, 25 Mei 2012. Pagi-pagi sekali kami harus sudah packing karena Checkout harus dilakukan pukul 12.00. Maka sebelum berangkat ke Candi Prambanan, kami packing kemudian sarapan pagi dulu di Hotel. Akhirnya pukul 08.30 WIB kami berangkat dari Hotel Sahid Raya Yogyakarta menuju Prambanan. Telat 1 jam dari rencana awal 07.30 WIB. Berjalan kaki sekitar 1 km dari Hotel menuju Halte Trans Jogja, kami menaiki Trans Jogja jalur 1A untuk tiba di Prambanan.

Dari sebelah kiri: Tri, Kang Adam, Kang Zul, Imron, Teh Tika, Ria, Emilia, Suci.

Dari Halte di Prambanan masih perlu berjalan lagi sekitar 1,5 – 2 km. Kami memutuskan naik andong dengan harga Rp5.000,-/orang untuk menuju Prambanan. Dan kami baru tiba di Prambanan pukul 09.30 WIB.



Dan akhirnya tibalah kami di Candi Prambanan. Sebelumnya para lelaki centil membeli kacamata hitam dulu karena suasana pada saat itu panas pisan.

Akhirnya kami pulang pukul 10.45 WIB karena para lelaki harus Shalat Jumat dan perjalanan dari Prambanan cukup Jauh. Sampai Jumpa Prambanan.

Sebetulnya kami nyaris melewatkan Shalat Jumat karena tapi untungnya di hotel tempat kami menginap ada Masjid.

Dan untungnya Septiyadi datang menjemput ketika kami diperjalanan karena memang Trans Jogja yang kami naiki saat pulang tidak melewati halte yang kami naiki ketika berangkat ke Prambanan. Oh iya, Hari Jumat ini kami sengaja menyewa 1 mobil APV khusus untuk berjalan-jalan seharian. Tiba di Hotel kami langsung lari ke kamar, mengemasi barang dan kemudian check-out karena takut kena charge jika melebihi waktu. Shalat Jumat selesai dan kami bersantai santai dulu di parkiran hotel. Saya, Kang Adam, Tri, dan Kang Udin kebetulan belum membeli tiket pulang ke Bandung. Akhirnya kami beli tiket di Agen yang ada di Hotel, rencana pulang Jumat malam tidak jadi karena tiket kereta sudah habis. Kami putuskan untuk pulang Sabtu pagi dengan Kereta Lodaya Pagi Eksekutif yang berangkat pukul 09.25. Sedangkan Tri harus pulang Jumat pukul 18.00 dengan Bis Kramat Jati. Lanjut makan siang di depan Hotel Sahid Raya Yogyakarta. Dan kami melanjutkan perjalanan ke Malioboro untuk berbelanja.

Saya sendiri membeli batik yang lumayan bagus motifnya, yang lain membelikan oleh-oleh untuk keluarga dan orang-orang terdekat. Kami membelinya di Toko Mirota Batik karena tempat ini katanya memang bagus dan lengkap untuk membeli oleh-oleh. Berbelanja dari pukul 15.00 WIB sampai pukul 19.00 WIB selesai. Lanjut makan malam di Kawasan Angkringan Stasiun Tugu.

Kopi Joss, Kopi dengan Arang Panas.

Mantap sekali J

Selesai makan malam, kami harus mencari penginapan. Untungnya Septiyadi dan temannya (Adhit, Ici, Agung) dapat membantu kami. Untuk yang perempuan diinapkan di Unires UMY dan laki-laki menginap di kontrakan teman Septiyadi. Akhirnya kami mengantarkan perempuan dulu di Unires UMY. Dan kemudian ke kontrakan teman Septiyadi. Sebelumnya sempat bertemu dengan Kang Fajri (Alumni Ilkom 2006) yang sedang kuliah S2 di UGM. Jadi ya semacam reuni kecil-kecilan. Dan Kang Fajri ikut main bersama kami. Tiba dikontrakan kami bersegera shalat dan kemudian mandi untuk melanjutkan aktivitas malam, yaitu membeli Bakpia Pathok 25. Kami membelinya sekitar pukul 23.00 WIB langsung di pabrik pembuatannya. Ada hal yang unik ketika membeli Bakpia Pathok 25 ini, kata temannya Septiyadi ada kode tertentu agar Bakpia yang kita beli mendapatkan potongan harga. Kode tersebut adalah HP (Harga Pelanggan/Harga Penjual). Jadi, kalau kita membeli di sana dengan menggunakan perantara (seperti becak pengantar) biasanya tidak akan mendapatkan diskon, tapi kalau kita membelinya sendiri maka akan mendapatkan diskon. Ya lumayan kan, hihi J

Lanjut dari Bakpia Pathok 25, kami (10 orang) berangkat ke Bukit Bintang di kawasan Wonosari (jalan menuju Gunung Kidul) tengah malam. Ya, sekitar pukul 12 malam pemandangan dari bukit ini sungguh luar biasa. Tapi sayang tidak ada kamera yang bagus yang bisa mengabadikan momen ini. Dan ini adalah foto seadanya.

Kami menyempatkan untuk makan malam lagi Bukit Bintang ini. Sebenarnya setelah dari Bukit Bintang, perjalanan akan dilanjutkan ke Jembatan Xcode di Kota Yogyakarta karena pemandangan malam disini katanya bagus. Namanya memang unik, Jembatan Xcode ini katanya tempat berkumpulnya para hacker. Xcode ini setau saya merupakan aplikasi di perangkat Mac. Mungkin karena kebanyakan yang berkumpul di tempat tersebut adalah para Geeks. Tapi sayang melihat 5 orang telah tertidur pulas di dalam mobil, perjalanan dihentikan dan kami kembali ke kontrakan sekitar pukul 01.00 WIB.

Sebenarnya masih ada tempat tujuan wisata lain di Jogja yang belum saya jamah yaitu Pantai di Gunung Kidul yang bisa dijangkau selama 2 jam dari Bukit Bintang. Katanya sih ada 48 pantai di daerah tersebut yang masih sangat asri dan pemandangannya tidak kalah dengan Pantai di daerah Bali. Apa daya, saya harus beristirahat dan kembali ke Bandung karena ada aktivitas lain. Kunjungan Jogja selanjutnya semoga bisa mencicipi pantai-pantai tersebut.

J

Special thanks to Septiyadi and Friends yang telah banyak membantu perjalanan kami selama di Jogja.

Terima kasih.

Wisata Lagi di Kota Yogyakarta #1


Setelah bulan Juni 2010 lalu bermain ke Yogyakarta, kali ini Mei 2012 akhirnya ada kesempatan kembali untuk menjelajah di Kota Gudeg ini. Sebenarnya, main bukanlah tujuan utama di kota ini. Tujuan utamanya adalah untuk kegiatan Pelatihan. Entah kenapa, tidak pernah merasa bosan dan selalu ingin kembali ke kota Jogja ini. Pemberangkatan dimulai pada hari Rabu pagi pukul 07.00 WIB dengan kereta Agro Wilis kelas Eksekutif. Kenapa ga kelas Ekonomi? Ya, karena tadi tujuan utamanya bukanlah backpack tapi kegiatan Pelatihan. Jadi, pemberangkatan harus senyaman mungkin, hehe. J

Saya sampai di Stasiun KA Bandung (Kebon Kawung) sekitar pukul 05.50 WIB, kepagian banget sih. Tapi gak lama kemudian satu persatu teman yang lain datang.

Ttteeeeettttttttt..Gejesss..Gejeess. Akhirnya kereta berangkat pukul 07.00 WIB di Jalur 1. Beginilah suasana selama perjalanan di kereta Agro Wilis.

Kang Adam (kiri) dan Ria (kanan) sedang Berpose.

Dari sebelah kiri: Kang Udin, Emilia, Teh Ucy, Imron.

Ini Teh Ucy gatau lagi apa, lagi ngukur atap kali ya 😛

Dari sebelah kiri: Ria, Kang Zulkifli. Harusnya pada duduk gatau kenapa pada pengen berdiri. 😛

Ini saya sebelum 1 jam sebelum tidur siang kayanya.



Ini lagi pada makan siang di Resto kereta. Hanya sekedar saran, lebih baik menyiapkan makan dari luar dibanding beli di resto ini. Saya beli Nasi Goreng + Ceplok Telor Parahyangan (harga Rp15.000,-). Rasanya nasinya hambar dan sepertinya pake bumbu nasi goreng yang sudah jadi. Tapi tetep aja abis karena kelaparan 😛



Dari sebelah kiri: Kang Zulkifli sebelum makan dan Septiyadi lagi menikmati NasGor.

Akhirnya kami tiba di Stasiun Tugu Yogyakarta pukul 13.55 WIB. Sesampainya di sana kami sempat culang-cileung menunggu jemputan dari Hotel Sahid Raya Yogyakarta, sedangkan sebagian lain sibuk mengantri untuk beli tiket pulang ke Bandung. Akhirnya, 14.30 WIB sampai juga di Hotel Sahid Raya Yogyakarta dan melakukan registrasi sampai pukul 15.00 WIB. Aaaaah saatnya istirahat dan shalat dulu.

Bersambung ke part 2. J

Wisata ke Kota Yogyakarta #2


Hari Kedua

Lanjut dari tulisan sebelumnya. Sekarang saya akan bercerita di hari kedua kami di Jogja. Hari kedua ini lebih banyak dihabiskan dengan berbelanja di Malioboro dari pagi sampai siang. Sebelum berangkat ke Malioboro kami pergi ke warung Burjo M. A. Yori dan harga makanan disini murah sekali dan enak sekali. Cocok untuk kantong para backpacker. Dan pelayannya cantik dan ayu mirip artis perempuan yang jago TaeKwonDo saya lupa namanya J. Setelah sarapan kami menuju Malioboro. Kemudian kami berjalan-jalan dengan becak membeli Bakpia Pathok. Setelah itu kembali ke Malioboro dan berdiam sampai petang tiba. Lalu kami berjalan dari Malioboro menuju stasiun Tugu mencari Kopi Jos. MANTAP sekali setelah mencoba Kopi Jos ini. Kopi Jos merupakan kopi yang dibubuhkan arang panas diatasnya. Makan nasi kucing dan bertemu bule. Hihihi. 😀




Setelah selesai santap malam kami berencana kembali ke Wisma Ananda dengan BERJALAN KAKI dari Stasiun Tugu ini. Ya! BERJALAN KAKI. Selama perjalanan banyak hal-hal seru yang ditemui. Kami bermain Masangin terlebih dahulu. Masangin adalah permainan yang dimainkan di daerah Alun-alun Selatan yang ada Pohon Beringin. Konon katanya, kita tidak akan bisa berjalan lurus melintasi pohon beringin di sana dengan mata tertutup. Dan memang benar 7 orang dari kami tidak ada yang berhasil melewatnya. Hahahaha. Kemudia kami mencoba menyewa sepeda tandem seharga Rp10.000,- /sepeda. 1 sepeda 2 orang. Di tempat ini ramai sekali warga yang bermain di malam hari. Seru!



Kami kembali ke penginapan dan tidak terasa sudah 3 jam berjalan akhirnya sampai. Dan saya disalahkan oleh teman-teman karena salah membaca peta jadi jalannya jauh banget. Kami beristirahat sebelum keesokan harinya kami harus kembali ke Bandung.

Hari Ketiga

Kami bergegas sepagi mungkin untuk packing bersiap pulang. Karena kami harus membeli tiket pulang di Lempuyangan. Sebenarnya malam sebelumnya kami sempat ke Lempuyangan untuk membeli tiket pulang agar kebagian tempat duduk. Tapi menurut informasi tiket harus dibeli esok hari dan loket dibuka pukul 11.00 WIB. Ternyata, ketika pukul 11.00 WIB kami hendak membeli tiket loket sudah penuh. Alhasil kami tidak mendapatkan tempat duduk di kereta.


Dan saya sendiri sempat berdiri selama kurang lebih 3 jam di kereta ekonomi. Bertemu banci dan dicolek-colek, aduuuh! *tepok jidat*. Belum lagi, di kereta ekonomi ini ada banyak sekali tukang dagangan dari mulai pecel, gudeg, es kelapa, sate, batere HP, ayam goreng, minuman, lanting, mainan anak, alat tulis, es teh, kopi, pop mie, alat pijat, buku doa, donat, tisu, kipas, tahu, sawo, jeruk, lontong, jarum, peniti, koran, rokok, kacang, wingko, brem, bondu, aksesoris, hiasan, roti, kupluk, alat masak, pensil, tas, sandal, gorengan, casing HP, dompet, jahe, bajigur, wedang, meja belajar. Banyak banget kan, mantap! Tiba di Bandung sekitar pukul 22.00 WIB dan langsung tepar! Aaaaahhh.

Sekian jalan-jalan edisi Yogyakarta, semoga ada kesempatan untuk mengunjungi kota lainnya. Punten, tulisannya acak-acakan udah 2 tahun yang lalu. J

Terima Kasih,

Semoga Bermanfaat.

Wisata ke Kota Yogyakarta #1


Aaaaahhh, akhirnya catatan lama ketemu dan saya tuliskan di blog ini biar ga hilang. Dua tahun lalu, 21 Juni – 25 Juni 2010 saya dengan 6 orang teman lainnya (Kacang, Kurniawan, Tri, Yogo, Rizal, Pranajati) backpacker-an ke Jogjakarta, eh Yogyakarta, eh apa sih yang betul (saya sebut Jogja saja deh biar lebih singkat kalau Yogya disangka Dept. Store).

Pemberangkatan

Kami berangkat sekitar pukul 20.50 WIB. Berangkat dari Stasiun KA Kiara Condong naik Kahuripan kelas Ekonomi seharga Rp24.000,-. Alhamdulillah kami semua mendapatkan tempat duduk pada saat itu. Dan ini suasana kereta kelas ekonomi.

Hari Pertama

Aktivitas di dalam kereta banyak dihabiskan dengan tidur dan ngemil kacang :P. Akhirnya kami tiba di Lempuyangan 22 Juni 2010 pukul 05.47 WIB. Yaaaaay. 😀

Modal kami berwisata ke Jogja ini hanyalah peta saja dan kami belum tau dimana tempat kami menginap. Jadi, sesampainya di Jogja hal yang pertama dilakukan adalah mencari sesuap nasi. 😀

Beberapa jalan yang kami lewati: Sutomo – Gayam – Hayam Wuruk dan sampailah di Loji Rasa menikmati Bubur Ayam + Teh Manis Rp6.500,-.

Setelah mengisi perut, kami lanjutkan perjalanan menuju Senopati melewati Taman Pintar Yogyakarta dan Monumen Serangan Umum 1 Maret.


Kemudian lanjut ke Trikora melewati Sultan Palace (Kraton).



Kemudian lanjut ke Rotowijayan, disini kami melewati Kaos Oblong Dagadu, Djogdja Holics, Bakpia Pathok 15, dan distro kaos lainnya. Ke Ngasem ada Bakpia Pathok 28. Ke Polowijan ada jajan Batik dan juga sempat bertemu Dimas Beck lagi syuting.



Dan akhirnya sampai di Wisma Ananda pukul 09.30 WIB. Yaaaay! Istirahat dulu.



Pukul 11.45 WIB, kami melanjutkan perjalanan tujuan Malioboro menaiki bis jalur 15 dari Wisma Ananda (Jalan Ngadinegaran). Ongkos bis ini seharga Rp2.500,-. Sebelum ke Malioboro kami shalat zuhur di Masjid Gede Kauman. Kemudian pukul 12.30 WIB tiba di Malioboro dan makan siang di angkringan. Makan Rp6.000,- beli cingcau Rp2.500,-. Melanjutkan perjalanan ke Museum Benteng Vredeburg.


Dari sini kami berencana menuju ke Prambanan. Menaiki Transjogja dari Senopati. Ongkos Transjogja ini seharga Rp3.000,-. Dari halte menuju prambanan kami harus naik delman lagi karena jarak cukup jauh. Naik delman seharga Rp3.000,-. Dan tibalah kami di Candi Prambanan.


Biaya masuk Prambanan sebesar Rp15.000,-. Berikut beberapa foto-foto ketika masuk ke Prambanan.





Kemudian kami ke Penginapan untuk beristirahat dan bersiap-siap di hari kedua. Huaaaaahhhh. To be continue >>.

 

Liburan ke Trans Studio Bandung


Sudah lama sekali sebenernya Trans Studio ini hadir di Bandung, tapi sebagai warga Bandung belum pernah saya sesekali mencicipinya. Akhirnya, hari Senin, 7 Mei 2012 lalu bisa pergi ke Trans Studio Bandung (TSB) dengan teman-teman kuliah (Kurniawan, Tri, Kang Adam, Gita, Kiki, Gumi, Fika Jaiko, Reni, Irma, Teh Ucy, Ria, Imron). Untungnya kemarin lagi ada promosi untuk mahasiswa jadi biaya masuk tiket Cuma Rp100.000,-. Untuk biaya normalnya dan informasi lain bisa dilihat di www.transstudiobandung.com.

Alur memasuki TSB ini: Pertama, antri terlebih dahulu di ticket box untuk membeli tiket. Ticket Box ini ada di lantai bawah dan TSB ada satu lantai di atas ticket box ini. Nanti akan diberikan sebuah kartu elektronik yang berisi saldo senilai dengan yang Anda bayarkan. Jadi nanti masuknya pakai kartu ini, bukan pakai ticket selembaran gitu. Kedua, silahkan titipkan barang bawaan yang menurut Anda perlu dititipkan. Eits, tapi biayanya cukup mahal Rp20.000,- lhoo, untuk makanan dan minuman gratis.

Nah, kartu elektronik (Mega Cash) ini berlaku untuk semua transaksi di TSB Theme Park. Jadi kalau mau jajan beli makan dan transaksi lainnya harus pakai kartu ini, tidak bisa pakai uang cash. Untuk pengisian kartu ini minimal topup senilai Rp10.000 dan kelipatannya. Ada sekitar 20 wahana di TSB tapi yang saya kunjungi hanya beberapa saja, yaitu Vertigo, Giant Swing, Trans Science Center, The Lost City, Sky Pirates, Trans Broadcast Museum, Dragon Rider, Dunia Lain, dan Yamaha Racing Coaster. Sisanya tidak bisa saya kunjungi karena harus pamit duluan kepada teman-teman. Dari sekian banyak yang begitu berkesan adalah Giant Swing dan Yamaha Racing Coaster, WAJIB dicoba.

Gumi dan Kiki sebelum main Vertigo.

Ekspresi setelah naik Vertigo (Ria, Gita, Jaiko, Kurniawan, Saya, Tri, Kang Adam). Wahana yang pertama kali dikunjungi.

Di Trans Science Center (Imron, Teh Ucy, Ria, Rendy).

Kang Adam sedang berpose.

Ini Ria, Saya,Imron, dan Teh Ucy setelah naik The Lost City.

Lagi naik Sky Pirates.

Sebelum naik Yamaha Racing Coaster bersama Kang Adam.

 

Selamat menikmati bagi Anda yang ingin mencoba TSB.

J

%d blogger menyukai ini: