//
you're reading...
Arsip Kuliah, Komputer dan Internet

Selayang Pandang MVC pada Framework CodeIgniter


Hallo rekan semua. Apa kabar? J. Tulisan ini saya buat khusus bagi kalian yang ingin berkenalan dengan Framework dengan konsep Model-View-Controller (yang kemudian akan saya tulis MVC). Barangkali sudah banyak dari kalian yang sudah kaffah di bagian ini. Tapi sekali lagi, saya hanya berusaha membagikan pemahaman saya mengenai konsep MVC pada rekan-rekan yang mungkin masih samar-samar gimana gitu sama MVC ini.

Sejarah Konsep MVC

Dari beberapa referensi yang baca, MVC ini muncul sejak era 70-an lho, atas pemikiran Prof. Trygve Reenskaug yang berkebangsaan Norwegia. Konsep dasar dari MVC ini adalah pemisahan antara logika dan tampilan. Menggunakan pola ini diharapkan dapat mengefisiensikan pembangunan sebuah aplikasi. Awalnya, konsep MVC dirancang untuk bahasa pemrograman Smalltalk. Namun, seiring berkembangnya zaman MVC luas digunakan dalam dunia framework, baik web-based maupun desktop-based. Sebagai tambahan pengetahuan, beberapa web-based application yang frameworknya menggunakan konsep MVC diantaranya PHP, ASP, Ruby, dan masih banyak lagi deh. (sumber: buku CodeIgniter karya Antonius Nugraha Widhi Pratama).

MVC pada CodeIgniter

Berikut gambaran singkat penerapan MVC dalam CodeIgniter yang saya pahami sebagai berikut.

Model

Memiliki tanggung jawab untuk melakukan pengelolaan data dalam database. Biasanya berisi perintah untuk mengambil, mengubah, menghapus, dan menambahkan data.

View

Merupakan wadah/tempat untuk meletakkan apa-apa yang nantinya akan tampil pada halaman web. Ya, bisa dibilang tampilan antarmukanya disimpan pada bagian ini. Disini biasanya berisi syair bahasa pemrograman berbasis klien (client side scripting). Meskipun bisa juga berisi bahasa PHP di dalamnya.

Controller

Memiliki tanggung jawab mengatur hubungan baik antara model, view, dan sumber daya lain yang tersedia.

Sumber: http://share.psu.ac.th/file/thawat.v/mvc-rails.png

Nah, penerapan yang telah disebutkan di atas tidak menuntut aturan yang ketat (maksud lo?!). Artinya, aplikasi berbasis CI boleh tidak menggunakan model misalnya. Logika model bisa saja diletakkan dalam sebuah controller. View pun boleh tidak digunakan. Tampilan dapat diletakkan pada model ataupun controller. Ini dapat menjadi salah satu kelebihan dan juga kekurangan tergantung pada penilaian Anda. CMIIWJ

“..Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?..”

(QS. Az-Zumar[39]: 8)

Knowing is not enough, we must apply. Willing is not enough, we must do.

— Johann Wolfgang von Goethe

Semoga Bermanfaat!

Learn to Share. Share to Learn.

J

Iklan

About Rendy Faqot

Adalah Sarjana Komputer dari jurusan Ilmu Komputer Universitas Pendidikan Indonesia 2008. Menyelesaikan studi selama 5 tahun yang penuh dengan lika-liku kehidupan mahasiswa sebagaimana mahasiswa normal pada umumnya. Tertarik dengan bidang Data Mining, Natural Language Processing, dan Mobile Development. InsyaAllah, mohon doa-nya agar bisa melanjutkan studi master untuk bidang tersebut. Pernah mencicipi dunia industri sebagai Analyst Programmer di Fujitsu Indonesia dan PT. BSP. Saat ini berdomisili di Bandung dan akan melanjutkan kehidupan di Bandung (untuk sementara).

Diskusi

One thought on “Selayang Pandang MVC pada Framework CodeIgniter

  1. Terus tujuan implementasinya ??

    Posted by Febri | 15 November 2011, 16:37

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: